-
Aku ingin Ingat
Friday, August 30, 2013
Aku ingin ingat, sungguhSaat di bawah terik menyengatTunggui ibu pulang membawa makanansegenggam nasi dengan sepotong kecil tempeia suapkan ke mulutku berhamburan di pipiTersenyum singkat ia memandangJauh dalam lamunan, bergumam“Hidup seperti sumbu menyala,percikan kembang api yang hilang seketika.”Perempuan yang sendirianSampai di ujung jalan melambai tanganKabut mengaburkan titik pandangDi atap rumah muncul awan legamIa tak lagi pulang membawa makananAku berduka sebagaimanaKompor yang enggan menyalaPiring-piring kotor dan makanan sisaDi lantai tempat mencuciPakaianku tak digantiAku ingin ingat, sungguhSaat perempuan yang sendirian ituMenyulam anaknya hingga kuat berkawanDengan kehidupan, seperti-Sarung tangan yang selalu ia pasangkanSaat malam aku kedinginanYogya, Mei 2013Posted by lain-lain at 3:28 AM | Labels: puisi | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Setiap kali engkau merendahkan suara menanya keadaan, serasa aku sedang dipeluk mendengarkan tangismu, seperti saat aku pulang dulu. Aku sering terdiam di sela percakapan. Kau justru khawatir mengira aku belum makan. Tidak, itu karena tangisan yang kutahan.
Posted by lain-lain at 2:15 AM | Labels: Cerita Pendek | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |